Senin, 06 Januari 2014

The Princess In me



The Princess In me

……
Mimpi Buruk Tie
Jam menunjukan pukul dua belas siang. ribuan hembusan nafas lega memenuhi udara.sekarang jam istirahat.
Kesempatan di pergunakan sebaik – baiknya oleh banyak orang,baik anak sekolah maupun orang – orang yg sudah bekerja di gedung – gedung tinggi.
Pada jam – jam ini lah kariawan – kariawan dari berbagai perkantoran menyempatkan diri melepas lelah dengan bersantap siang di Nagoya Hill.Segala jenis makanan bisa di dapatkan di sana,mulae dari restoran Bergaya Elit dan lesehan juga bisa kita nikmati. Mereka siap memanjakan Lidah pengunjung yang datang.
            Banyak Kendaraan yg datang ke sana membuat jalan di Nagoya Hill menjadi macet. Kendraan saling serobot, tidak mau mengalah. Apalagi Siang ini Panasssssnya poaal.
Matahari bersinar terik, seakan – akan hendak memanggang hidup- hidup orang yg tengah lalu – lalangdi jalanan. Aku juga lagi kepanasan di sini. Meskypun aku sedang dalam ruangan ber-AC yang mengumandangkan lantunan music- music POP yg mengalun Indah.di hadapanku tersaji sepiring Pizza yg nikmat.
Oke,hatiku yg panas. Hampir meledak kurasa.
“Jadi..” Yaa Tuhan Aku tahu kemana arah percakapan ini!
“Yahh…ehemm…SURPRICE!! I have a girlfriend now!! Dinda!! Kamu tahu Orangnnya kan,Tiee?”
            Aku menarik nafas dalam- dalam..Dinda.Si cantik yg memiliki mata indah dan tubuh bak Christina Agullera..”iya,kenal kok!”
“Bagaimana?Dia oke,kan?”
“Maksud lo?”
“…emm..yahh…mksudku,dia Cantik ,kan?”
Yaa Tuhan!!! Aku benar- benar muak. Kenapa cuma ini  yg ada di otak para Cowok.???
“Cantik itu anugrah Tuhan Buat Cewek,”Sindirku Kejam
“Wuahh…jangan marah donk,Tie. Sumpah ,gak ada maksud buat nyindir kok!”
“Sudah berapa lama?” kataku sambil berusaha tetap tenang.kucoba menhan diri agar tidak melempar garpu dan pisau yg sedang kupegang ke mukanya.
“Oh..yahh…hari ini genap seminggu kami jadian.Emm…Tie,walaupun bagaimanapun kita tetap temenan,kan?”
            Aku memandangnya. Rendi menatapku penuh harap.Seriuskah dia? Atau itu hanyalah pandangan yang telah dilatihnya berjam-jam di depan cermin?
            Aku mengangguk
            Oke!  Ini tandanya selesai sudah!
Buukkk!!
Kubanting tubuhku di kasur. Kututup wajahku dengan bantal, setengah berharap aku akan kehabisan nafas lalu mati lemas.
“Aaaaaaaghh…..!” aku berteriak marah,walaupun suaraku tentu saja teredam oleh bantal. Dadaku berdegup kencang,mataku terasa panas,lalu tanpa sanggup ku tahan, sebutir air mataku jatuh, yg di ikuti oleh ribuan temannya.
Pada Saat begini, inilah fungsi bantal sesungguhnya, yaitu meredam teriakanku dan menampung banjir air mataku.
“Kenapa Aku? Kenapa selalu aku?!” deretan kata – kata ini terus terngiang- ngiang di kepalaku.
            Setelah puas menangis berjam- jam (dan memastikan akan menjemur bantalku), aku merasa lapar.aku melangkah menuju pintu, dan melintas benda itu. Benda yg tak ingin kulihat saat ini.Cermin!!
            Kulihat di cermin itu sesosok makluk yg sangat menyedihkan : Mata sembab,hidung merah, rambut awut – awutan dan jerawat yg memenuhi wajah. Kalau di ibaratkan, mungkin kelapapun bisa di parutkan di wajah ini.Yang lebih menyedihkan lagi makhluk itu adalah AKU!!
            Oke, mungkin aku terlalu mendramatisir. Aku tampak menyedihkan karena aku memandang sedang sedih,kan? Tapi saat gembirapun wajahku tetap berjerwat dan tetap berjerawat hidung tetap pesek mesky aku percaya  senyumku cukup manis, dan aku juga jago bernyanyi.Yeahh….Kelebihanku yang terakhir lebih tepat di sebut Hobbi si, karena aku tidak pernah berusaha untuk mengembangkannya.
Aku suka bernyanyi  sendiri dan menurutku suaraku cukup Oke, Tapi ku lakukan sekedar Have fun, untuk menghilangkan kejenuhanku saja.
            Aku memandang ke meja belajar.kuraih bingkai foto di atasnya. Serombongan anak – anak kecil di foto itu tampak tertawa. “ Foto bersama Taman kanak – kanak HARAPAN” tertulis di bawahnya. Aku memandang diriku di situ. Lucu (Tentu saja), menggemaskan. Aku ingat sekali  semua orang selalu berkat, “Aduh manisnya seperty boneka India…Aaaduh gemesin..”
Aku juga selalu jadi sasaran Reno, teman sebangku ku waktu TK. Dia senang sekali mengerjaiku. Terus terang rasanya aku ingin kembali kemasa – masa itu.
            Yaah,Sudah cukup Nostalgianya, sekarang saatnya memanjakan perut.” Laparaarr Beraat…,” Seruku seraya berjalan ke dapur, Lalu mencomot brownies dari kulkas. Hmmm…nikmat!!! Oh ya, satu lagi kelebihanku, aku jago masak. Belum ada orang yg mengatakan Brownies buatanku tidak enak. Tentu saja, aku kan suka makan dan aku tahu cara membuatnya agar makanan menjadi enak.Coklat yg melimpah , kacang kenari yg bertaburan dan gula yg banyak menjadi syarat mutlak kenikmatan seloyang Brownies.
            Karena masih merasa lapar, aku membuka tudung saji di meja makan.Kosong Melompong.
“Santiiiiiii…”
“Iya,Nooon…!” Pembantuku meluncur dengan cepat ke hadapanku.
“Kamu ngapain aja seharian?koq gak ada makanan sama sekali ?”
“Lhaaa…tadikan non bilang mau pergi, mau makan di luar,iya toh? Ya sudah saya Ndak masak deh.”
            Hhh…mau gakmau aku harus mengakui dia tidak bersalah. “Truss kamu ngapain tadi donk?”
“Nonton pilem Twilight Non Tie”
Aku melotot. “ Ya ampuuuun…. Kamu kan udah dua kali nonton itu…masa gak bosen sih?”
“Sejuta kali juga saya gak bakal bosen,Non. Saya suka banget kisah cintanya pamper itu.”
Sekarepmu, lah.”
“Wah…Non tie koq jadi bisa bahasa jawa,Ya.?”
Emang Non Tie tau artynya?”
“Enggak.”
“Loh?gak tahu koq  bisa ngomongnya.?”
“Bis kamu suka banget ngomong sakarep – sakarep kalo lagi ngedumel.”
Santi cekikikan  Sekarep itu artynya sesukamu, Non Tie.”
“Ooo…” Aku manggut- manggut…kirain artynya “Gila Kamu”. “ Yaa udah,sana…lanjutin kerjaan kamu”
“Saya gak lagi kerja kok.saya lagi ngobrol sama Jodi.”
“Jodi?Siapa thu?”
“Itu loh, Non tie, Tukang ojeq di Pos depan perumahan Batam Center”
“Lah …tukang ojeg namanya Jodi…seperty judul lagunya WALI!! Jomblo di tinggal mati.Ya udah, sna gih ngobrol lagi,Tapi jangan lama – lama ya.”
            Tanpa di suruh dua kali Santi langsung berlalu  dari hadapanku.
Aku menututp kembali tudung saji dan membuka Freezer. Yeahh…di sinilah hartakarunku berliter- liter Es krim rasa choco chips, kegemaranku
            Jam di dinding berdetang empat kali. Oke jadi baru empat jam yg berlalu dari peristiwa makan siang bersama radit di Nagoya Hill tadi.Hhh….kenapa hari ini terasa panjang sekali, padahal aku merasa sudah menangis seratus tahun.
            “Putri Tidur tertidur seratus tahun karena menunggu Cinta pangeran, sedangkan aku menangis karena telah di campakkan oleh cowok yg sama sekali bukan pangeran..ironis Sekali!!!”makiku Kesal.

Bayangan Radit kembali muncul dalam fikiranku. Kubayangkan si brengsek itu akan menghabiskan waktu libur semesteran ini dengan pacar barunya,Dinda yang cantik dan sempurna. Aku langsung kehilangan selera menghabiskan sisa es krimku.
            Apa yang sebaiknya kulakukan? Saat ini butuh seseorang untuk menunpahkan perasaanku. Dan hanya satu orang yang terlintas di kepalaku, Tasya.Sahabatku.Aku butuh dia sekarang!
            Kuraih handphone, lalu kutulis SMS untuk nya.
Diiiiiiiit… ster beraat!Sekarat! Kacau! Hampir Gila!”
Status Report : Tasya, Pending
HUH!! Ingin rasanya kubanting handphone-ku kalau tidak ingat bahwa mama sudah mengancam tidak membelikan handphone lagi bila aku membanting HP untuk ke lima kalinya.
            Sebagai informasi, lima kali aku membanting handphone, itu berarty sudah lima cowok yang membuatku kesal luar biasa , dan sudah lima cowok yang menunjukan bahwa inner beauty itu Cuma omong kosong.
            Radit adalah cowok keenam.
Keenam- enamnya selalu mengatakan kalau aku cewek luar biasa baik. Tapi pada akhirnya tidak seorangpun yang mengatakan aku cantik dan tidak seorangpun yg berfikir untuk menjadikan aku pacar mereka.Yaaah, sebenarnya sih aku senang dipuji sebagai cewek baik, Tapi ingin juga rasanya di Puji cantik oleh cowok yg aku sukai.
            Seperty semua dongeng- dongeng yang berakhir dengan kalimat “and then..they lived happily ever after”  akupun selalu meyakinkan diriku, sama seperty putri- putrid itu, aku juga akan berjumpa dengan pangeranku. Pangeran berkuda putih yang Gagah dan tampan. Tapi, apakah ada cerita Disney yang mengisahkan bahwa putrinya agak berjerawatan ? Disney punya cerita Beauty and Beast  , tapi tidak pernah ku baca tentang “handsome and the Acne”
            Yaaaah…bagaimanapun aku selalu percaya suatu saat nanti cowok yang kusukai akan lebih melihat inner beauty-ku sepety pada film Shallow Hal. Aku sudah seratus kali menontonya dan seratus kali pula alu menangis karena terharu, dan aku berharap semua cowok di sunia ini di ubah cara pandangnya seperty Hal. Supaya mereka juga dapat melihat seseorang berdasarkan Hatinya dan sadar bahwa seseorang bisa tampak jauh lebih cantik bila memiliki hati yang baik, tidak peduli sebanyak apa jerawatnya.
            Lagi pula, kenyataannya aku tidak sejelek itu bila mereka membayangkan aku tanpa jerawat- jerawat ini.kalau saja aku punya tongkat ajaib, maka akan ku sihir wajahku agar semua jerawat ini dihilangkan dari wajahku.
            Kulirik lagi jam inding, jam setengah lima.Yaa Tuhan….aku bisa mati bosan kalo begini.
“Aku harus melakukan sesuatu…apapun,”Pikirku.
            Aku selonjoran do sofa sambil mulai memikirkan alternative- alternative. Apa yaa kira- kira?Hmm…makan?Haha…yang benar saja, aku baru saja melakukannnya. Nonton TV? Uuuuhh, gak ada acara yang seru jam segini. Main Playstation? Aaaaah…Bosan!. Semua permainan RPG yang kumiliki telah kutamatkan “Apa Doong?” makiku kesal.
            Aku melirik keluar jedela.kulihat Santi sedang asik bercanda dengan laki-laki yang bernama Didin itu.Cekikikan.sambil cubit-cubitan segala.
“Sialan sii Santy aja bisa dapet pacar, sedangkan gue sendirian di sini, gak tau mau ngapain.Huh!! seruku seraya menendang tumpukan Koran di depan kakiku.
            Hmm…bagaimana kalau baca majalah?bukan ide brilian sih, tapi aku gak punya pilihan lain….Yeah,baca !! ide terakhir.
“Kalau gak slah Seventeen kemaren gue belom baca deh,” gumamku sambil mengingat- ingat di mana kuletakkan majalah tersebut.”Hmmm..mana yah??”
            Aku mulae membongkar – bongkar semua Koran,majalah , dan tabloid yang bertumpuk – tumpuk itu.
“YES!! Ini dia!” Aku menemukannya. Aku langsung sibuk membolak – balik halaman.dari seluruh isi majalah. Aku paling suka halaman ini, karena memberiku inspirasi cara mix & match. Kupandangi tampang para model yang cantik …HUH!! Kenapa mode tercipta untuk orang – orang yg cantik saja?
            Aku beralih kelembaran makeup , hal kedua yg aku sukai dari majalah ini.dari sini aku bisa belajar cara menutupi noda bekas jerawat , hidung tanpak mancung dan segala macam agar dapat mnutupi kekurangan pada wajah.sejujurnya aku memerlukan semuanya…
            Jadi, siapa siapa yang masih melihat inner Beauty zaman sekarang jika semua majalah menekankan pada penampilan? Semua trik yang di tonjolkan jelas saja untuk outer beauty , yaitu bagaimana agar selalu tampil cantik.. dan untuk cantik itu di butuhkan biaya biaya dan biaya…
            Setelah selesai membaca Seventeen  aku beralih ke tumpukan Koran aku membaca profil orang – orang terkenal , salah satunya Miss Universe , entah dari mana dia. Aku tertarik dengan kata – kata yang di ucapkannya, “Sebenarnya hal yang terpenting bagi kecantikan akadalah Inner Beauty…(Hahahaha…kalau dia hanya Inner Beauty, dia tidak mungkin menang!) Kecantikan seseorang …saat dia bertambah Tua, akan hilang sedikitdemi sedikit, namun inner beauty aka nada untuk selama- lamanya dan membuat seseorang tampak bersinar.”Hmm…aku suka kata – kata terakhirnya.Terdengar begitu membangun. Walaupun aku sempat berfikir, kalau dia ada di posisiku, masih sanggupkah dia berkata begitu untuk dirinya Sendiri? Dan apa inner beauty baru akan terlihat setelah aku Tua, itu tandanya aku sudah keriput dan hanya orang butalah yang mengatakan aku cantik…
      Kudengar HP ku berbunyi.
Status Report :  Tasya, Delivered
Fiuuuh…akhirnya Tasya mengaktifkan handphone nya.
            Untuk di ketahui , Tasya ini orang supersibuk. Dia adlah model catwalk, jadi sudah tentu
Berwajah cantik dan langsing.Dia pu selalu tampil mempesona.Matanya yang berwarna coklat
indah, berpadu serasi dengan rambutnya yang hitam panjang dan berkilau. Pokoknya
bila dibandingkan, semua yang ada pada Tasya tidak ada pada diriku. Hidung mancung bukan
milikku dan wajah yang cantik mulus hanya khayalanku.
   Tapi jangan salah sangka, aku sangat menyayangi nya. Tasya adalah sahabat terbaikku, dialah yang paling mengerty aku selain mama. Aku sudah lama berteman dengannya hampir sepuluh tahun. Waktu yang cukup lama untuk memupuk persahabatan. Aku berkenalan dengan tasya saat duduk dibangku IV SD.
   Sejak kecil Tasya sudah di takdirkan untuk menjadi gadis yang cantik. Dia begitu manis dan mungil, sepertyb gula- gula.rasanya kalo kesentuh dia akan lumer dan mencair.
Banyak hal yang telah kami bedua lalui suka dan duka.dikelas 5 aku dan ditya mengubur anak burung yang mati di belakang sekolah dan menangis sama- sama.
   Di kelas 6 pada saat perpisahan sekolah aku dan Tasya mengubur pita kami masing- masing dalam kotak besi, tepat di sebelah kuburan burung itu. Saat itu kami berdua bersumpah, bahwa kami akan bersahbat sampai tua dan suatu saat kelak, saat kami menjadi orang sukses kami akan kembali ke sini untuk menggali kembali kotak tersebut.
   Kini kami sudah kuliah, Tasya mengambil jurusan Komunikasi dan aku memilih fakultas Hukum. Namun, meskypun berbeda kampus kami tidak putus kontak. Bila ada waktu luang kami akan menghabiskan waktu bersama.Ku akui saat – saat menghabiskan waktu bersama ditya sangat menyenangkan.walaupun Emm…lebih tepatnya aku sangat sering merasa tidak nyaman berjalan di sisinya. Kemanapun kami pergi, pandangan cowok- cowok selalu mengarah kepada Tasya. Semua menatap dengan penuh kagum. Lalu, pandangan mereka beralih kepadaku…namun pandangnnya pandangan yang penuh tanda Tanya.
Handphone ku berbunyi lagi.
1 Message received
Ini pasty balasan SMS dari Tasya.
Tie kenapa? Ayo cerita biar gue yang adepin.
Fiiiiuuuuhhh…! Aku menghela nafas panjang. Membaca sebaris SMS Tasya sungguh membuat dadaku terasa hangat. Padahal aku belum cerita apapun padanya, tapi aku merasa bebanku sudah terangkat separoh. Diam – diam aku mengakui , sebenarnya aku beruntung mempunyai sahabat yang sangat memperhatikan aku seperty ini.
   Aku kembali mengetik balasan SMS untuk Tasya dan tidak lama dia menelponku.
“Haaiiiiiiiiii, Tie…! Show nya uda selesai kok.Gue kesana ya sekarang….siapin Brownies yang buanyaaak.”

                                                . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jalan - jalan Ke Vihara Tj.Pinang

Ini adalah destinasi ku berlibur saat itu ke Tanjung pinang. Mengunjungi Wihara unik Patung Seribu yang berada di daerah Kijang Kota.  ...