The Princess In me
……
Mimpi
Buruk Tie
Jam
menunjukan pukul dua belas siang. ribuan hembusan nafas lega memenuhi
udara.sekarang jam istirahat.
Kesempatan di pergunakan sebaik
– baiknya oleh banyak orang,baik anak sekolah maupun orang – orang yg sudah bekerja
di gedung – gedung tinggi.
Pada jam – jam ini lah kariawan – kariawan dari berbagai
perkantoran menyempatkan diri melepas lelah dengan bersantap siang di Nagoya
Hill.Segala jenis makanan bisa di dapatkan di sana,mulae dari restoran Bergaya
Elit dan lesehan juga bisa kita nikmati. Mereka siap memanjakan Lidah
pengunjung yang datang.
Banyak
Kendaraan yg datang ke sana membuat jalan di Nagoya Hill menjadi macet.
Kendraan saling serobot, tidak mau mengalah. Apalagi Siang ini Panasssssnya
poaal.
Matahari bersinar terik, seakan – akan hendak memanggang
hidup- hidup orang yg tengah lalu – lalangdi jalanan. Aku juga lagi kepanasan
di sini. Meskypun aku sedang dalam ruangan ber-AC yang mengumandangkan lantunan
music- music POP yg mengalun Indah.di hadapanku tersaji sepiring Pizza yg nikmat.
Oke,hatiku yg panas. Hampir meledak kurasa.
“Jadi..” Yaa Tuhan Aku tahu kemana arah percakapan ini!
“Yahh…ehemm…SURPRICE!! I have a girlfriend now!! Dinda!!
Kamu tahu Orangnnya kan,Tiee?”
Aku menarik
nafas dalam- dalam..Dinda.Si cantik yg memiliki mata indah dan tubuh bak
Christina Agullera..”iya,kenal kok!”
“Bagaimana?Dia oke,kan?”
“Maksud lo?”
“…emm..yahh…mksudku,dia Cantik
,kan?”
Yaa Tuhan!!! Aku benar- benar muak. Kenapa cuma ini yg ada di otak para Cowok.???
“Cantik itu anugrah Tuhan Buat Cewek,”Sindirku Kejam
“Wuahh…jangan marah donk,Tie. Sumpah ,gak ada maksud buat
nyindir kok!”
“Sudah berapa lama?” kataku sambil berusaha tetap
tenang.kucoba menhan diri agar tidak melempar garpu dan pisau yg sedang
kupegang ke mukanya.
“Oh..yahh…hari ini genap seminggu kami
jadian.Emm…Tie,walaupun bagaimanapun kita tetap temenan,kan?”
Aku
memandangnya. Rendi menatapku penuh harap.Seriuskah dia? Atau itu hanyalah
pandangan yang telah dilatihnya berjam-jam di depan cermin?
Aku
mengangguk
Oke! Ini tandanya selesai sudah!
Buukkk!!
Kubanting tubuhku di kasur. Kututup wajahku dengan bantal,
setengah berharap aku akan kehabisan nafas lalu mati lemas.
“Aaaaaaaghh…..!” aku berteriak marah,walaupun suaraku tentu
saja teredam oleh bantal. Dadaku berdegup kencang,mataku terasa panas,lalu
tanpa sanggup ku tahan, sebutir air mataku jatuh, yg di ikuti oleh ribuan
temannya.
Pada Saat begini, inilah fungsi bantal sesungguhnya, yaitu
meredam teriakanku dan menampung banjir air mataku.
“Kenapa Aku? Kenapa selalu aku?!” deretan kata – kata ini
terus terngiang- ngiang di kepalaku.
Setelah
puas menangis berjam- jam (dan memastikan akan menjemur bantalku), aku merasa
lapar.aku melangkah menuju pintu, dan melintas benda itu. Benda yg tak ingin
kulihat saat ini.Cermin!!
Kulihat di
cermin itu sesosok makluk yg sangat menyedihkan : Mata sembab,hidung merah,
rambut awut – awutan dan jerawat yg memenuhi wajah. Kalau di ibaratkan, mungkin
kelapapun bisa di parutkan di wajah ini.Yang lebih menyedihkan lagi makhluk itu
adalah AKU!!
Oke,
mungkin aku terlalu mendramatisir. Aku tampak menyedihkan karena aku memandang
sedang sedih,kan? Tapi saat gembirapun wajahku tetap berjerwat dan tetap
berjerawat hidung tetap pesek mesky aku percaya
senyumku cukup manis, dan aku juga jago bernyanyi.Yeahh….Kelebihanku
yang terakhir lebih tepat di sebut Hobbi si, karena aku tidak pernah berusaha
untuk mengembangkannya.
Aku suka bernyanyi
sendiri dan menurutku suaraku cukup Oke, Tapi ku lakukan sekedar Have fun, untuk menghilangkan kejenuhanku
saja.
Aku
memandang ke meja belajar.kuraih bingkai foto di atasnya. Serombongan anak –
anak kecil di foto itu tampak tertawa. “ Foto bersama Taman kanak – kanak
HARAPAN” tertulis di bawahnya. Aku memandang diriku di situ. Lucu (Tentu saja),
menggemaskan. Aku ingat sekali semua
orang selalu berkat, “Aduh manisnya seperty boneka India…Aaaduh gemesin..”
Aku juga selalu jadi sasaran Reno, teman sebangku ku waktu
TK. Dia senang sekali mengerjaiku. Terus terang rasanya aku ingin kembali
kemasa – masa itu.
Yaah,Sudah
cukup Nostalgianya, sekarang saatnya memanjakan perut.” Laparaarr Beraat…,”
Seruku seraya berjalan ke dapur, Lalu mencomot brownies dari kulkas. Hmmm…nikmat!!! Oh ya, satu lagi kelebihanku,
aku jago masak. Belum ada orang yg mengatakan Brownies buatanku tidak enak.
Tentu saja, aku kan suka makan dan aku tahu cara membuatnya agar makanan
menjadi enak.Coklat yg melimpah , kacang kenari yg bertaburan dan gula yg
banyak menjadi syarat mutlak kenikmatan seloyang Brownies.
Karena
masih merasa lapar, aku membuka tudung saji di meja makan.Kosong Melompong.
“Santiiiiiii…”
“Iya,Nooon…!” Pembantuku meluncur dengan cepat ke hadapanku.
“Kamu ngapain aja seharian?koq gak ada makanan sama sekali
?”
“Lhaaa…tadikan non bilang mau pergi, mau makan di luar,iya
toh? Ya sudah saya Ndak masak deh.”
Hhh…mau
gakmau aku harus mengakui dia tidak bersalah. “Truss kamu ngapain tadi donk?”
“Nonton pilem Twilight
Non Tie”
Aku melotot. “ Ya ampuuuun…. Kamu kan udah dua kali nonton
itu…masa gak bosen sih?”
“Sejuta kali juga saya gak bakal bosen,Non. Saya suka banget
kisah cintanya pamper itu.”
“Sekarepmu, lah.”
“Wah…Non tie koq jadi bisa bahasa jawa,Ya.?”
Emang Non Tie tau artynya?”
“Enggak.”
“Loh?gak tahu koq
bisa ngomongnya.?”
“Bis kamu suka banget ngomong sakarep – sakarep kalo lagi ngedumel.”
Santi cekikikan “ Sekarep itu artynya sesukamu, Non Tie.”
“Ooo…” Aku manggut- manggut…kirain artynya “Gila Kamu”. “
Yaa udah,sana…lanjutin kerjaan kamu”
“Saya gak lagi kerja kok.saya lagi ngobrol sama Jodi.”
“Jodi?Siapa thu?”
“Itu loh, Non tie, Tukang ojeq di Pos depan perumahan Batam
Center”
“Lah …tukang ojeg namanya Jodi…seperty judul lagunya WALI!!
Jomblo di tinggal mati.Ya udah, sna gih ngobrol lagi,Tapi jangan lama – lama
ya.”
Tanpa di
suruh dua kali Santi langsung berlalu dari
hadapanku.
Aku menututp kembali tudung saji dan membuka Freezer. Yeahh…di sinilah hartakarunku
berliter- liter Es krim rasa choco chips,
kegemaranku
Jam di
dinding berdetang empat kali. Oke jadi baru empat jam yg berlalu dari peristiwa
makan siang bersama radit di Nagoya Hill tadi.Hhh….kenapa hari ini terasa
panjang sekali, padahal aku merasa sudah menangis seratus tahun.
“Putri
Tidur tertidur seratus tahun karena menunggu Cinta pangeran, sedangkan aku
menangis karena telah di campakkan oleh cowok yg sama sekali bukan
pangeran..ironis Sekali!!!”makiku Kesal.
Bayangan Radit kembali muncul dalam fikiranku. Kubayangkan
si brengsek itu akan menghabiskan waktu libur semesteran ini dengan pacar
barunya,Dinda yang cantik dan sempurna. Aku langsung kehilangan selera
menghabiskan sisa es krimku.
Apa yang
sebaiknya kulakukan? Saat ini butuh seseorang untuk menunpahkan perasaanku. Dan
hanya satu orang yang terlintas di kepalaku, Tasya.Sahabatku.Aku butuh dia
sekarang!
Kuraih handphone, lalu kutulis SMS untuk nya.
“Diiiiiiiit…
ster beraat!Sekarat! Kacau! Hampir Gila!”
Status Report : Tasya, Pending
HUH!! Ingin rasanya kubanting handphone-ku kalau tidak ingat
bahwa mama sudah mengancam tidak membelikan handphone lagi bila aku membanting
HP untuk ke lima kalinya.
Sebagai
informasi, lima kali aku membanting handphone, itu berarty sudah lima cowok
yang membuatku kesal luar biasa , dan sudah lima cowok yang menunjukan bahwa inner beauty itu Cuma omong kosong.
Radit
adalah cowok keenam.
Keenam- enamnya selalu mengatakan kalau aku cewek luar biasa
baik. Tapi pada akhirnya tidak seorangpun yang mengatakan aku cantik dan tidak
seorangpun yg berfikir untuk menjadikan aku pacar mereka.Yaaah, sebenarnya sih
aku senang dipuji sebagai cewek baik, Tapi ingin juga rasanya di Puji cantik
oleh cowok yg aku sukai.
Seperty
semua dongeng- dongeng yang berakhir dengan kalimat “and then..they lived happily ever after” akupun selalu meyakinkan diriku, sama seperty
putri- putrid itu, aku juga akan berjumpa dengan pangeranku. Pangeran berkuda
putih yang Gagah dan tampan. Tapi, apakah ada cerita Disney yang mengisahkan
bahwa putrinya agak berjerawatan ? Disney punya cerita Beauty and Beast , tapi
tidak pernah ku baca tentang “handsome
and the Acne”
Yaaaah…bagaimanapun
aku selalu percaya suatu saat nanti cowok yang kusukai akan lebih melihat inner
beauty-ku sepety pada film Shallow Hal. Aku sudah seratus kali menontonya dan
seratus kali pula alu menangis karena terharu, dan aku berharap semua cowok di
sunia ini di ubah cara pandangnya seperty Hal. Supaya mereka juga dapat melihat
seseorang berdasarkan Hatinya dan sadar bahwa seseorang bisa tampak jauh lebih
cantik bila memiliki hati yang baik, tidak peduli sebanyak apa jerawatnya.
Lagi pula,
kenyataannya aku tidak sejelek itu bila mereka membayangkan aku tanpa jerawat-
jerawat ini.kalau saja aku punya tongkat ajaib, maka akan ku sihir wajahku agar
semua jerawat ini dihilangkan dari wajahku.
Kulirik
lagi jam inding, jam setengah lima.Yaa Tuhan….aku bisa mati bosan kalo begini.
“Aku harus melakukan sesuatu…apapun,”Pikirku.
Aku
selonjoran do sofa sambil mulai memikirkan alternative- alternative. Apa yaa
kira- kira?Hmm…makan?Haha…yang benar saja, aku baru saja melakukannnya. Nonton
TV? Uuuuhh, gak ada acara yang seru jam segini. Main Playstation? Aaaaah…Bosan!. Semua permainan RPG yang kumiliki telah
kutamatkan “Apa Doong?” makiku kesal.
Aku melirik
keluar jedela.kulihat Santi sedang asik bercanda dengan laki-laki yang bernama
Didin itu.Cekikikan.sambil cubit-cubitan segala.
“Sialan sii Santy aja bisa dapet pacar, sedangkan gue
sendirian di sini, gak tau mau ngapain.Huh!! seruku seraya menendang tumpukan
Koran di depan kakiku.
Hmm…bagaimana
kalau baca majalah?bukan ide brilian sih, tapi aku gak punya pilihan
lain….Yeah,baca !! ide terakhir.
“Kalau gak slah Seventeen
kemaren gue belom baca deh,” gumamku sambil mengingat- ingat di mana kuletakkan
majalah tersebut.”Hmmm..mana yah??”
Aku mulae
membongkar – bongkar semua Koran,majalah , dan tabloid yang bertumpuk – tumpuk
itu.
“YES!! Ini dia!” Aku menemukannya. Aku langsung sibuk
membolak – balik halaman.dari seluruh isi majalah. Aku paling suka halaman ini,
karena memberiku inspirasi cara mix & match. Kupandangi tampang para model
yang cantik …HUH!! Kenapa mode tercipta untuk orang – orang yg cantik saja?
Aku beralih kelembaran makeup , hal kedua yg aku sukai dari
majalah ini.dari sini aku bisa belajar cara menutupi noda bekas jerawat ,
hidung tanpak mancung dan segala macam agar dapat mnutupi kekurangan pada
wajah.sejujurnya aku memerlukan semuanya…
Jadi, siapa siapa yang masih melihat
inner Beauty zaman sekarang jika
semua majalah menekankan pada penampilan? Semua trik yang di tonjolkan jelas
saja untuk outer beauty , yaitu bagaimana agar selalu tampil cantik.. dan untuk
cantik itu di butuhkan biaya biaya dan biaya…
Setelah selesai membaca Seventeen aku beralih ke tumpukan Koran aku membaca
profil orang – orang terkenal , salah satunya Miss Universe , entah dari mana
dia. Aku tertarik dengan kata – kata yang di ucapkannya, “Sebenarnya hal yang
terpenting bagi kecantikan akadalah Inner
Beauty…(Hahahaha…kalau dia hanya Inner Beauty, dia tidak mungkin menang!)
Kecantikan seseorang …saat dia bertambah Tua, akan hilang sedikitdemi sedikit,
namun inner beauty aka nada untuk selama- lamanya dan membuat seseorang tampak
bersinar.”Hmm…aku suka kata – kata terakhirnya.Terdengar begitu membangun.
Walaupun aku sempat berfikir, kalau dia ada di posisiku, masih sanggupkah dia
berkata begitu untuk dirinya Sendiri? Dan apa inner beauty baru akan terlihat
setelah aku Tua, itu tandanya aku sudah keriput dan hanya orang butalah yang
mengatakan aku cantik…
Kudengar HP ku berbunyi.
Status
Report : Tasya, Delivered
Fiuuuh…akhirnya
Tasya mengaktifkan handphone nya.
Untuk di ketahui , Tasya ini orang
supersibuk. Dia adlah model catwalk, jadi sudah tentu
Berwajah
cantik dan langsing.Dia pu selalu tampil mempesona.Matanya yang berwarna coklat
indah,
berpadu serasi dengan rambutnya yang hitam panjang dan berkilau. Pokoknya
bila
dibandingkan, semua yang ada pada Tasya tidak ada pada diriku. Hidung mancung
bukan
milikku
dan wajah yang cantik mulus hanya khayalanku.
Tapi jangan salah sangka, aku sangat
menyayangi nya. Tasya adalah sahabat terbaikku, dialah yang paling mengerty aku
selain mama. Aku sudah lama berteman dengannya hampir sepuluh tahun. Waktu yang
cukup lama untuk memupuk persahabatan. Aku berkenalan dengan tasya saat duduk
dibangku IV SD.
Sejak kecil Tasya sudah di takdirkan untuk
menjadi gadis yang cantik. Dia begitu manis dan mungil, sepertyb gula- gula.rasanya
kalo kesentuh dia akan lumer dan mencair.
Banyak
hal yang telah kami bedua lalui suka dan duka.dikelas 5 aku dan ditya mengubur
anak burung yang mati di belakang sekolah dan menangis sama- sama.
Di kelas 6 pada saat perpisahan sekolah aku
dan Tasya mengubur pita kami masing- masing dalam kotak besi, tepat di sebelah
kuburan burung itu. Saat itu kami berdua bersumpah, bahwa kami akan bersahbat
sampai tua dan suatu saat kelak, saat kami menjadi orang sukses kami akan
kembali ke sini untuk menggali kembali kotak tersebut.
Kini kami sudah kuliah, Tasya mengambil
jurusan Komunikasi dan aku memilih fakultas Hukum. Namun, meskypun berbeda
kampus kami tidak putus kontak. Bila ada waktu luang kami akan menghabiskan
waktu bersama.Ku akui saat – saat menghabiskan waktu bersama ditya sangat
menyenangkan.walaupun Emm…lebih tepatnya aku sangat sering merasa tidak nyaman
berjalan di sisinya. Kemanapun kami pergi, pandangan cowok- cowok selalu
mengarah kepada Tasya. Semua menatap dengan penuh kagum. Lalu, pandangan mereka
beralih kepadaku…namun pandangnnya pandangan yang penuh tanda Tanya.
Handphone
ku berbunyi lagi.
1
Message received
Ini
pasty balasan SMS dari Tasya.
Tie
kenapa? Ayo cerita biar gue yang adepin.
Fiiiiuuuuhhh…!
Aku menghela nafas panjang. Membaca sebaris SMS Tasya sungguh membuat dadaku
terasa hangat. Padahal aku belum cerita apapun padanya, tapi aku merasa bebanku
sudah terangkat separoh. Diam – diam aku mengakui , sebenarnya aku beruntung
mempunyai sahabat yang sangat memperhatikan aku seperty ini.
Aku kembali mengetik balasan SMS untuk Tasya
dan tidak lama dia menelponku.
“Haaiiiiiiiiii,
Tie…! Show nya uda selesai kok.Gue kesana ya sekarang….siapin Brownies yang
buanyaaak.”
.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ^^